Selasa, 22 Oktober 2013

PERANAN MANAGER DALAM PENGELOLAAN MANAJEMEN INFORMASI DI PERUSAHAAN

PERANAN MANAGER DALAM PENGELOLAAN MANAJEMEN INFORMASI DI PERUSAHAAN

BAB I
A.      PENDAHULUAN
1 . Latar Belakang
            Peranan seorang manager sangat penting dalam sebuah organisasi, karena keberadaan seorang manager menjadi motivator bagi karyawan-karyawannya.Salah satu tugas atau peran seorang manager yaitu, harus bisa mengatasi konflik yang ada dalam suatu organisasi yang dipimpinnya sehingga setiap konflik itu dapat diselesaikan dengan baik dan tidak ada yang dirugikan. Manager adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatannya guna mencapai sasaran suatu organisasi. Posisi manager menjadi sangat krusial bila Direktur atau Deputy dan diharapkan mempunyai peranan dalam meningkatkan serta menjaga keseimbangan dalam suatu organisasi. Seorang manager dalammelakukan tugasnya menjamin ketersediaan, keakuratan, ketepatan, dan keamanan informasi serta pengaturan organisasi yang baik serta dibutuhkan oleh suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi, sekaligus meningkatkan eksistensi organisasi ditengah-tengah lingkungannya. Keberhasilan menjalankan tugas ini mensyaratkan manager mempunyai kemampuan multi disiplin, seperti dalam bidang : teknologi, bisnis, manajemen, serta kepemimpinan. Seorang manager harus mampu untuk mengatasi masalah dan mampu untuk meramalkan kejadian yang akan terjadi bila sebuah keputusan diambil, namun tidak semua manager itu bekerja selayaknya seorang manager.

 BAB II
B.      PEMBAHASAN

PERAN MANAGER DALAM PERUSAHAAN

1.      Pengertian Manager
Manager adalah seorang yang memiliki tanggungjawab yang besar untuk seluruh bagian pada suatu perusahaan atau organisasi yang dipimpinnya dan harus mempunyai wawasan yang luas. Manager memimpin beberapa unit bidang fungsi pekerjaan yang mengepalai beberapa sektor yang dipegangnya. Pada perusahaan yang berskala kecil mungkin cukup diperlukan satu orang manager umum, sedangkan pada perusahaan atau organisasi yang berkaliber besar biasanya memiliki beberapa oaerang manager umum yang bertanggungjawab pada area tugas yang berbeda-beda.
Gagasan untuk menggunakan computer sebagai sistem informasi manajemen (SIM) merupakan suatu terobosan besar, karena menyadari bahwa para manajer memerlukan informasi untuk pemecahan masalah. Ketika perusahaan-perusahaan menjangkau konsep SIM, mereka mulai mengembangkan berbagai aplikasi yang secara khusus diarahkan untuk mendukung manajer. Namun, bukan hanya manajemen yang memperoleh manfaat dari penerapan SIM. Nonmanajer dan staf ahli juga menggunakan outputnya. Selain itu juga dimanfaatkan oleh para pemakai yang berada diluar perusahaan, yaitu para pelanggan akan menerima faktur dan laporan transaksinya, para pemegang saham akan menerimacek deviden, dan pemerintah akan menerima laporan pajak.

2.      Peran seorang manajer dalam sebuah organisasi
Di dalam suatu perusahaan tidak memiliki manajer maka bisa dipastikan bahwa perusahaan tersebut akan bangkrut karena proses manajemen dalam perusahaan tersebut tidak berjalan, walaupun sumber daya alat dan infrakstrukturnya lengkap namun apabila tidak ada yang mengatur maka hal itu tidak aka nada artinya oleh karena itu peran manajer sangatlah  vital.
Manajer yang hanya mau untuk menyuruh-nyuruh saja tanpa mau dikoreksi apalagi disalahkan bukan seorang manajer yang baik, dan hal itu dapat menurunkan kualitas dan kinerja dari para bawahan ynag dia bawahi, dan akhirnya berdampak kepada keuntungan atau kelangsungandari organisasi itu sendiri, agar perusahaan tidak menjadi korban dari hal tersebut maka perlu dipilih seorang manajer yang baik yang mampu mengatasi masalah dan memiliki cirri-ciri kepemimpinan yang komunikatif.
a.       Seorang manajer harus memahami identitas dan khususnya karakter dari bawahannya, misalnya kemampuan komunikasinya, keagresifan dalam bertanya, kadar emosi bawahannya, dan pengetahuan tentang suatu maslaah, hal ini menjadi penting karena untuk memperkecil distorsi informasi ketika manajer akan mendengarkan dan merespon usulan atau apresiasi yang disampaikan oleh bawahannya.
b.      Seorang manajer harus memahami apa yang disampaikan bawahan termasuk dalam hal isi dan tujuan penyampaian aspirasi, dengan semakin paham maka komunikasi akan semakin lancar sehingga tidak aka nada multitafsir yang akan menggaburkan komunikasi tersebut.
c.        Selalu fokus dan penuh perhatian kepada karyawan yang menyampaikan pesan atau aspirasi, dan usahakan jangan memberikan kesan manjer melecehkan bawahannya, hal ini penting untuk memberikan empati tinggi sehingga karyawan atau bawahan akan merasa diperhatikan dan dihargai eksistensi dan usulannya.


   
3.       Tingkatan manajer
Pada organisasi berstuktur tradisional, manajer sering dikelompokkan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer line pertama. Berikut ini adalah tingkatan manjer mulai dari bawah keatas :
a.       Manajemn lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemn tingkatan paling rendah ysng bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi.
b.      Manajemen tingkat menengah (middle management), mencakup semua manajemen yang berada diantara manajer lini pertama dan manjemen puncak dan berfungsi sebagai penghubung antar keduanya.
c.       Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalanya perusahaan.contoh top managemen adalah CEO,CIO,dan CFO.

4.      Etika Manajerial
Etika Manajerial adalah standar prilaku yang memandu manajer dalam pekerjaan mereka. Ada tiga kategori klasifikasi menurut W. Griffin :
a.       Perilaku terhadap karyawan
b.      Perilaku terhadap organisasi
c.       Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya 

5.      Peranan Manajer Dalam Organisasi Publik
Manajemen terutama dalam organisasi public berperan dan berkenaan dengan proses bagaimana kegiatan yang telah dirancang oleh organsisasi public dapat diimplementasikan secra efektif. Menurut Hendry Mintzberg, ada sepuluh macam peranan manajerial, yakni :
A.    Peranan antar Pribadi
1.      Peranan sebagai tokoh (melaksanakan kegiatan-kegiatan seremonial dan sosial sebagai wakil organisasi yan bersangkutan)
2.      Peranan sebagai pemimpin
3.      Peranan sebagai penghubung    
B.     Peranan Informasional
1.      Peranan sebagai pihak penerima (menerima informasi tentang pengoprasian sebuah perusahaan)
2.      Peranan sebagai penyebar berita atau informasi
3.      Peranan sebagai juru bicara
C.     Peranan Keputusan
a.       Peranan sebagai wirausaha
b.      Peranan sebagai yang mengatasi gangguan-gangguan
c.       Peranan sebagai perantara

6.      Teori Manajer dalam Manajemen
Ada 3 teori dasar dalam manajemen :
1.      Model Tradisional
Dalam pendekatan ini manajer menggunakan pola motivasi tradisional. Manajer berasumsi bahwa pekerjaan itu tidak menyenangkan bagi manusia, upah lebih  penting dari kerja itu sendiri, dab hanya sedikit sekali orang yang memiliki pengendalian dan pengarahan diri. Oleh karena itu, maka jalan keluar yang dilakukan manajer adalah nelakukan supervise yang ketat merumuskan berbagai cara dan prosedur kerja sesederhanan mungkin, dan memaksa apa yang diinstruksikan kepada bawahan.
2.      Model Human Relations
Dalam pendekatan ini manajer menggunakan pola human relations, manajer berasumsi bahwa bawahannya ingin meras berguna dan penting, ingin dikenalsebagai seorang individu yang berarti dan keinginan tersebut mungkin lebih penting dari pada uang.                                            
3.      Model Human Resources
Dalam pendekatan ini, seorang manajer menggunakan pola human resource. Manajer berasumsi bahwa orang bisa saja tertarik terhadap pekerjaan yang menantang, memiliki kreativitas dan inisiatif serta tanggung-jawab yang tinggoi untuk mengendalikan dan mengarahkan dirinya,  
            Menurut Malayu S.Hasibuan, manajer adalah sumber daya pokok serta titik sentral setiap aktivitas yang terjadi dalam suatu perusahaan. Manajer harus mengutamakan tugas, tanggung-jawab, dan membina hubungan yang harmonis baik dengan atasan maupun dengan bawahan.
Adapun tugas-tugas manajer adalah:
1.      Managerial cycle atau siklus pengambilan keputusan, membuat rencana, menyusun organisasi, pengarahan organisasi, pengendalian, penilaian dan pelaporan.
2.      Memotivasi, artinya seorang manajer harus dapat mendorong para bawahannya untuk bekerja giat dan membina para bawahan dengan baik dan harmonis.
3.      Manajer harus berusaha memenuhi kebutuhan para bawahannya.
4.      Manajer harus dapat menciptakan kondisi yang akan membantu bawahannya mendapatkan kepuasan dalam pekerjaan.
5.      Manajer harus berusaha agar para bawahannya bersdia memikul tanggung jawab.
6.      Manajer harus membina bawahannya agar dapat bekerja secara efektif dan efisiensi.
7.      Manajer harus membenahi fungsi-fungsi fundamental manajemen secara baik.
8.      Manajer harus mewakili dan membina hubungan yang harmonis dengan pihak luar.

Pentingnya Manajemen Informasi dalam Perusahaan:
a.       Pengaruh ekonomi internasional
b.      Persaingan dunia
c.       Batas waktu yang singkat
d.      Kendala-kendala social

Tujuan Umum Sistem Informasi Manajemen
-          Menyediakan informasi yang dipergunakan didalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
-          Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
-          Menyediakan informasi untuk pengembalian keputusan.

Adapun fungsi-fungsi manajemen :

·         Perencanaan (Planning ) yaitu bagian-bagian yang akan membuat suatu rencana yang akan dilakukan.
·         Penataan atau pengorganisasian (Organizing) adalah bagian pelaksana untuk mencapai rencana tersebut.
·         Penyusunan Staf (Staffing) yaitu organisasi dengan sumber daya yang diperlukan.
·         Pengarahan (Directing) yaitu bagian yang mengarahkan untuk melakukan rencana tersebut.
·         Pengawasan (Controlling) yaitu bagian yang mengawasi, mengendalikan, dan menjaga agar organisasi beroperasi secara optimal.















BAB III

KESIMPULAN

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa peran manajer dalam mengelola konflik dalam suatu organisasi sangat penting ditaranya :
1.      Manajer sebagai mediator dalam memecahkan masalah
2.      Manajer sebagai konsultan terhadap bawahan 
3.      Manajer sebagai motivator terhadap organisasinya
4.      Manajer mempunyai peran penting dalam pengambilan keputusan.
5.      Seorang manajer diharuskan bisa menguasai permasalahan dan dapat diselesaikaan dengan musyawarah dan pemikiran yang baik sebelum memutuskann




Tidak ada komentar:

Posting Komentar